Monday, May 16, 2011

TIPS SATRIA FU-150

Motormania, khususnya pemilik Suzuki Satria F150, boleh bersenang hati. Sebab sekarang banyak parts performance untuk mendongkrak tenaga motor itu agar lebih liar:
















Dibilang begitu, karena tenaga aslinya saja sudah mumpuni untuk diajak ngebut.
Nah, bagi yang belum merasa puas, tinggal tambahkan doping pemacu tadi.
Dari knalpot hingga busi juga telah tersedia. Sok, pilih sesuai kemauan dan dana di kantong. Tetapi ingat, karakter peranti juga kudu diperhatikan.
Tujuannya, agar jangan sampai bentrok sama peranti aslinya.
Maksudnya, setelah pakai part itu, eh akselerasi motor malah memble.
Sebab, semua alat itu saling terkait antara satu dan lainnya.
Apa aja sih ? Mari kita bedah bersama!

Per Kopling
Buat menyempurnakan penyaluran tenaga mesin, harus didukung entakan kuat.
Maksudnya, respons tendangan balik per kopling.
Kerenggangan per pun tetap terjaga.
Sebab kampasnya tak selalu bergesekan dengan pelat kering.
Sehingga peranti itu lebih awet.
Punya engine bagus, tapi bila entakan koplingnya tidak, sama juga bohong.
Rpm mesin tak akan menyentuh putaran tinggi, ujar Cepi, mekanik Pro SE.
Solusinya, bisa pakai merek Inspiro dijual dengan harga Rp 150 ribu (hitam) dan Rp 100 ribu (kuning).

CDI
Kuda besi sekarang banyak dilengkapi CDI dengan pembatas rpm alias limiter. So, jangan protes kalau puncak tenaga mesin enggak pernah kesampaian.
Baiknya, ganti tipe CDI unlimiter, ujar Sumantri bos Chips Motor di Pos Pengumben, Jakbar.
Sudah banyak CDI impor yang datang untuk memuaskan hasrat ngebut para F150-ers.
Misalnya, CDI racing buatan Thailand, seperti LEK, Shindengen dan TDR.
Harganya bervariatif antara Rp 1,1 sampai Rp 1,7 juta.
Namun tak ada salahnya mengaplikasi buatan lokal!
Sebab, kualitasnya tak kalah bersaing dengan peranti pengapian dari Thai itu, lo!
Sayang, baru satu buatan Indo yang berani bertarung.
Yakni merek BRT yang bisa ditebus dengan harga Rp 550 ribu.

Knalpot
Untuk menyalurkan gas buang, pilihan knalpot yang ideal jadi penentu akselerasi. Sebab jika tak tepat, lari motor malah tertahan.
Knalpot besar belum tentu menambah power mesin, ujar Dodo dari Dodo Motor Sport Racing, di Cileduk, Tangerang.
Selain tertahan, jika mengaplikasi tipe gambot, terkadang tenaga cendrung ngempos alias terbuang percuma.
Maka pemilik Satria F150 (F150-ers), harus pilih yang memiliki spesifikasi volume sesuai karakter mesin.
Pilihanya, beragam knalpot impor dan lokal bisa jadi diaplikasi. Misal, buatan Thailand seperti merek Yoshimura.
Terbagi 2 macam, tabung bahan titanium dilego Rp 2,3 juta dan stainless steel Rp 1,1 juta.
Lainnya, merek Endurance model silencer oval ditawarkan Rp 1 juta.
Lalu Performance lapis karbon ditawarkan Rp 1,3 juta dan penyalur gas sisa pembakaran berbahan stainless steel merek KR9 buatan Thailand dilepas Rp 1,1 juta.
Bila tak ingin mengganti keseluruhan bagian knalpot, cukup tukar silencernya saja.
Buatan lokal bisa jadi alternatif, soal kemampuan tak kalah dibanding merek Thailand.
Misal merek Sinergy dilego Rp 400 ribu.
Lainnya, merek Five Star dengan harga Rp 350 ribu dan bisa tembus hingga 12 ribu rpm.

Karburator
Beralih ke piranti penyalur semburan bensin alias karburator juga banyak. Mulai bikinan Amrik, Jepun hingga Taiwan dapat digunakan.
Ukurannya dari 28 hingga 32 mm ujar An An Kuda juragan Pro SE Racing di kawasan Kebon Jeruk III, Jakbar.
Nah, bicarain karbu, tinggal pilih.
Mau merk Keihin atau Mikuni ?
Keihin tipe PWK 28 mm, buatan 3 negara diatas, dilepas Rp 950 rb – Rp 1,9 juta.
Tipe FCR 28 mm vacuum Rp 3,5 juta.
Merek serupa untuk Honda NSR SP bisa dijagokan buat F150
Sedang Mikuni, hanya tersedia dua option.
Tipe TM28 mm, pilih buatan Taiwan yang dijual Rp 1,2 juta atau Jepun Rp 2,1 juta.
Bedanya ada dibagian tengah.
Racikan Jepang mengaplikasi nosel, jarum skep dan cut away (bibir karbu) yang lebih besar ketimbang Taiwan.

Busi
Sabar ! Meski Satria F 150 telah dilengkapi OIL COOLER, mesin juga butuh pendinginan tambahan. Ingin pasang dua peredam panas mesin ?
Ingin pasang dua peredam panas mesin ?
Wah, enggak mungkin, tuh !
Jalan keluarnya pakai aja busi tipe dingin.
Merk NGK Platinum CR8EGP, dilego Rp 90 ribu.
Suzuki Satria FU 2009 – Makin Mirip GSX-R 600, Satria FU 150' 06 Purbalingga: TERFUNKY DI, GAMBAR Satria FU Modif

Saturday, May 14, 2011

Yamaha Byson 150: BIKIN SENDIRI SETANG MERUNDUK

Tongkrongan street fighter Byson memang tak bisa diragukan lagi, bodi depan sampai buritannya mantap, serba nyambung. Kabar terbarunya, pemilik nya kini mulai pilih-pilih stang kemudi, sehubungan dengan gaya berkendara. Sebab, style ergonomi Byson bisa dibagi jadi dua, gaya touring bisa gaya sport dengan tubuh merunduk juga memungkinkan.


Nah bicara perubahan ergonomi yang merunduk, stang kemudi orsinya wajib diganti. Tentu saja, pilihannya model patah, seperti yang dipakai KRR-150, RG-R 150, Touch 125 atau NSR 150. Permasalahan terbarunya, konsep pemasangan stang kemudi yang selalu memakai dudukan inner tube sok depan sebagai tumpuannya, untuk jenis stang kemudi model patah ini masih belum ada ukurannya spesial buat Byson.

Pasalnya, inner tube sok depan Byson memiliki diameter paling besar, di jajaran sport yang beredar di Indonesia, yakni 41 mm. Dan kalau ditinjau dari kontruksi stang kemudi model patah ada tiga bagian, pipa dudukan handgrip, adaptor dan braket pengait ke inner tube. Kuncinya ada di braket inner tube, wajib dibuat ulang. Bahannya bisa pakai diral atau besi, paling simpel pakai besi.

Braket orsi mesti dipotong hingga batas adaptor pipa. Kemudian buatkan braket dengan diameter dalam 41 mm, sesuai dengan diameter inner tube sok depan Byson. Dan ketebalan braket pastikan lebih dari 8 mm, agar tetap aman saat proses bongkar pasang bautnya. Kemudian sambung dengan adaptor dudukan pipa stang kemudi.

Dan saat pemasangannya, segitiga atas cukup diturunkan hingga 21 mm, sesuai dengan ketebalan braket hand made stang kemudi model patah tadi. Cara ini juga aman, sebab stang kemudi jadi tak bentrok dengan cover tangki, meskipun dipakai belok mentok. Byson Supermotard : Ini Yang Pertama Bung, Modif Yamaha Byson 2010, Byson Sport Racing Berotot
 

Kawasaki KLX-150: AWAS, ADA BAUT COUNTER DRAT

Ya mungkin hanya sebagai pengingat saja saat bongkar pasang mesin KLX-150. Awas, ada beberapa baut yang cara melepas dan mengencanginya kebalikan dari baut umum, yang biasanya ngencangi ke kanan dan ngendorkan ke kiri.


Tapi di KLX-150 justru kebalikannya (counter drat). Lebih tepatnya adalah baut di bagian driven gear cam chain atau gir dudukan camrat yang satu poros dengan noken as. Cara ngencengi baut pengikatnya, kebalikan dari baut biasanya yakni diputar ke kiri dan untuk melepasnya diputar ke kanan.

Bagian satunya lagi ada di braket tatakan kabel gas yang nempel di bodi karbu. Cara ngencengi atau melepas baut juga beda dengan baut pada umumnya. Ngencengi ke kiri dan ngendorkan ke kanan. Maka, sebaik nya diingat-ingat saat bongkar pasang bagian ini, bila perlu laminating tips ini, Modifikasi motor kawasaki ninja 250R, Setting Karburator menurut Keihin, Mikuni.

sumber

Friday, May 13, 2011

Setting Karburator menurut Keihin, Mikuni & G. Bell

Hmmmm rata-rata pada saat kita service karburator di bengkel setelan angin (air screw) dicari dengan patokan teriakan mesin tertinggi, bahkan di geber sampe putaran gas FULL. …. Bisa ! masing-masing cara orang memang beda menerapkannya tapi tujuannya sama adalah mencari settingan yang pas.
 
Berikut adalah diagram panduan (secara teori) untuk setting airscrew (IDLE) & PJ khususnya.
Carb Tuning Keihin 1:

 
Terlihat pada hampir 1/2 putaran gas, setting AirScrew dan PJ tidak berfungsi lagi. Justru kita bisa lihat perpindahan antara PJ dan MJ di isi oleh clip position, tapi sayang Karburator yg kita pakai khususnya Keihin PE tidak ada setelan klipnya. Pada putaran gas 3/4 s/d Full hanya MJ berfungsi.

Carb Tuning Keihin 2:

sumber: keihin
f6008a0a
sumber: http://www.quadparts.co.za
Carb Tuning Keihin 3 (Graham Bell):
A = most effective
B = fairly effective
C = small influence
D = no influence

Jika berpatokan pada diagram 1 s/d 3, setting airscrew di setting pada saat IDLE (RPM 2000), dicari nafas tertinggi.  Jika sudah menemukan nafas tertinggi cek putaran angin nya, jika lebih dari 2 putaran turunkan PJ 1 step, jika kurang dari 1 putaran naikan PJ 1 step. Untuk memastikan settingan sudah pas atau belum lihatlah kondisi BUSI. Jika Merah bata berati passs & motorpun menghasilkan performa maksimal & IRIT !!!

Untuk pemakaian sehari-hari pembacaan kondisi busi lebih ke penggunaan PJ, why? lihat tabel, penggunaan MJ di putaran gas 3/4 s/d FULL. Untuk mengecek MJ nya sendiri dilakukan dengan cara gas full (geber) diatas 8000 RPM lalu gigi 4 atau gigi 5 lalu matikan kontak & teken kopling (sepersekian detik) dan langsung cek busi. 

Namun cara itu tidak semua orang bisa melakukannya. Saya pribadi untuk menentukan MJ sudah pas atau belum feeling aja pada saat kita geber. MJ terlalu besar akan terasa lama naik ke RPM. MJ terlalu kecil nafas akan cepat habis.

Semoga bermamfaat. diambil dari berbagai sumber: keihin, mikuni & buku2 tuning motor.

sumber,http://asulaeman.wordpress.com/2007/07/08/setting-karburator-menurut-keihin-mikuni-g-bell/

Tuesday, May 10, 2011

Modifikasi Honda Vario Bore Up karburator


Gbr 1
Gambar 1

Bore-up Honda Vario? Agar tarikan tetap mumpuni, otomatis karburator aslinya yang tipe vakum ukuran 22 mm harus diperbarui dan disesuaikan dengan kebutuhan mesin, dong. Umumnya sih, model skep manual dan berventuri besar.

"Kalau enggak diganti kasihan mesin, bisa jebol karena gak sesuai dengan ruang bakar yang sudah gede," ungkap Johny Holle mekanik dan pemilik bengkel Johny Holle Motor (JHM).

Nah, memilih karbu pengganti tentu harus cermat. Artinya, ukuran diameter venturi besar yang cocok sama Vario (gbr.1) dan apa kudu mengganti intake manifold atau tidak? Sehingga kebutuhan bahan bakar yang diisap mesin tidak kekurangan atau kelebihan.

Gambar 2
Gambar 2

Gambar 3
Gambar 3

Gambar 4
Gambar 4

"Vario bore-up 150 cc ke atas, paling gak pakai karbu ukuran diameter 28 mm, kayak karbu Honda NSR-SP, Honda CBR 150 atau Yamaha RX-King diameter venturi 26 mm. Usahakan beli yang orisinal, gampang nyetingnya," kata Ari Gepenk mekanik GMotor.

KEKURANGAN DAN KELEBIHAN
Tiap karbu gede ini, punya plus minus tersendiri. Untuk karbu NSR SP/PE 28, karena sama-sama Honda, bisa langsung pasang. Kekurangannya, suplai bahan bakar agak boros dan suara lebih beringas. Harga part itu di kisaran Rp 700 ribuan (KW 1).

Lalu kelebihan karbu CBR 150, banyak barang bekasnya. Sehingga lebih murah. "Selain itu besarnya 28 mm, suara besutan tetap lembut, bensin lebih irit dan pengaplikasiannya tak banyak diubah serta cuk bawaan masih bisa dipakai. Kalo harga barunya Rp 1,5 juta," ujar Johny di Jl. Karya 2, Daan Mogot, Jakbar.

Sedang komponen King, juga bisa diadopsikan Plug n Play (PnP), tapi filter udara harus disesuaikan dengan peranti tersebut. "Untuk bensin juga irit dan harga bekasnya sekitar Rp 400 ribuan," ujar Gepenk di Jl. Pengarian, Bintaro, Tangerang.

Untuk ngukurnya bisa pakai sigmat (gbr.2), kalau setingan main atau pilot jet tergantung permintaan mesin (gbr.3). Sedang proses aplikasi ke intake motor Agnes ini, lebih bagus klemnya diganti lebih besar (gbr.4). "Biar gak ada kebocoran yang bikin motor brebet," sahut Johny.

Lalu yang ingin mengaplikasikan karbu racing atau aftermarket dengan diameter venturi lebih besar (di atas 28) bisa aja, namun banyak yang harus disesuaikan pada intakenya, bahan bakar lebih boros dan peranti tersebut banyak diaplikasikan pada motor road-race atau drag.

sumber,http://www.otomotif.web.id/modifikasi-honda-vario-bore-a173.html

Monday, May 9, 2011

teknologi silinder block

Suzuki Composite Electrochemical Material (SCEM ) merupakan teknologi Suzuki yang telah terbukti. Dibandingkan metode konvensional yang mengunakan liner besi tuang untuk melindungi dari gesekan dan panas, pada selinder almunium FU 150 SC menggunakan teknologi SCEM yang merupakan sebuah plat dengan ketebalan beberapa micron. 
 
Berkurangnya liner besi tuang membuat mesin menjadi lebih ringan dan ringkas dan almunium mempunyai konduktivitas panas yang tinggi dibandingkan dengan besi. SCEM membuat mesin melepas panas secara efisien untuk membantu menjaga suhu kerja optimum.
 
sumber,http://newcooltrendmotorcycle.blogspot.com/2010/10/teknologi-silinder-block-yang.html

Tiga Penyebab Utama Motor Mogok

APAKAH motor Anda kerap mendadak mati saat melaju alias mogok atau tiba-tiba mati saat mesin panas? Itu berarti proses pengapian di ruang bakar tidak berjalan sempurna atau bahkan hilang.


“Bicara soal pengapian, bukan hanya pada busi saja tetapi juga komponen lain yang juga
berperan dalam proses tersebut. Ada tiga komponen yaitu busi, koil, dan CDI,” ujar Egiana Somantri, mekanik Eso Motor, Duri Kosambi, Cengkareng, Jakarta Barat.

Hanya, kata Egi, agar lebih efisien dalam waktu dan ongkos pengerjaan, sebaiknya mengetahui komponen mana dari ketiga komponen tersebut yang bermasalah. “Kita bisa mengetahui dari gejala-gejala yang ada. Masing-masing komponen yang bermasalah memiliki gejala yang berbeda,” terang Egi.

Lantas seperti apa gejala tersebut? Bagaimana cara memperbaiki atau mengatasi masalah tersebut? Berikut tips dari Egi :

1. Busi
Pada umumnya, sepeda motor yang businya telah aus atau bermasalah akan mati mendadak kala putaran mesin rendah atau saat melaju dalam kecepatan rendah. Saat dinyalakan mesin lama sekali hidup.

“Atau bisa hidup dan kemudian mati lagi dan begitu berulang-ulang. Hal itu dikarenakan logam yang ada di dalam busi sudah tidak sensitif menghantarkan arus listrik dan diubah menjadi titik api,” papar Egi.

Gejala lain juga kerap ditemui adalah saat laju kendaraan konstan mesin tetap stabil. Namun, di saat tuas gas ditarik untuk meningkatkan kecepatan, tiba-tiba mesin mbrebet atau berpotensi mati. Bahkan, pada kasus-kasus tertentu timbul suara ledakan dari knalpot.

Bila menemui gejala seperti itu, sebaiknya Anda mengecek kondisi busi. Caranya, lepas busi dari dudukan dan biarnya kabel busi masih tersambung di ujung busi. Setelah itu tempelkan kepala busi di badan mesin dan starter mesin.

Amati dengan seksama, adakah percikan api yang berasal dari kepala api saat mesin dihidupkan? Bila tidak berarti busi telah aus atau bermasalah, sehingga wajib diganti.
Sebaliknya, bila ternyata api dari busi masih normal, maka beralih ke koil dan CDI.

2. Koil
Komponen ini berfungsi untuk untuk menaikkan voltage dari aki atau baterai kering. Berkat koil tegangan listrik dapat dinaikkan dan pembakaran di ruang bakar mesin lebih sempurna.

Gejala yang kerap ditemui pada koil mirip dengan permasalahan di busi, yaitu mesin tersendat atau sulit sekali dihidupkan. Berbeda dengan busi yang bermasalah yang kadang menimbulkan suara ledakan di knalpot, koil tidak.

Hal itu dikarenakan fungsi koil yang berperan sebagai pendokrak tegangan arus listrik dari aki. Cara mengecek komponen ini masih baik atau tidak sama seperti pengecekan busi, yaitu tempelkan kabel koil ke badan mesin lantas starter mesin.

Bila terdapat percikan api jangan buru-buru menyimpulkan koil masih bagus. Masih harus dicek ulang dengan memasang busi, bila ternyata tidak ada percikan api berarti koil telah loyo dan tidak berfungsi optimal.

“Karena fungsi koil untuk memperbesar arus listrik kan? Kalau ternyata arus di busi tidak ada yang komponen itu berarti tidak berfungsi lagi,” tandas Egi.

Namun, bila ternyata busi dank oil masih tokcer, maka perhatian Anda harus berganti ke CDI.

3. CDI

Beberapa gejala Capasitor Discharge Ignition (CDI) yang rusak mirip dengan busi atau koil yang bermasalah. Mesin tiba-tiba tersendat dan mati. Saat dinyalakan mesin cepat hidup namun setelah mesin panas kembali mati.

Pasalnya, CDI yang berperan dalam mengatur timing pengapian dari proses pembakaran campuran bahan bakar dan udara di ruang bakar mesin tidak berfungsi optimal.

“Tetapi khusus masalah CDI ini harus dilihat cermat, apakah motor yang bersangkutan sudah mengalami modifikasi mesin yaitu ditingkatkan kompresinya. Bila iya, apakah CDI-nya masih standar atau racing?,” tutur Egi.

Menurut Egi, bila motor yang telah mengalami ubahan yaitu peningkatan kompresi mesin maka wajib mengganti CDI atau paling tidak menggeser kurva pengapian dengan menggeser pulser jika menggunakan CDI standar.

“Karena kalau tidak, akan terus mengalami gejala-gejala mesin mbrebet atau sering mati, karena tidak ada kesesuaian antara timing pengapian dan kompresi tinggi,” terang dia.

Terlebih, lanjut Egi, pada umumnya pengapian standar dari sepeda motor yang bersangkutan tidak sesuai dengan karakteristik mesin. Dan biasanya para pembalap menggunakan CDI programmable yang kurva pengapiannya dapat diatur melalui program komputer untuk menyesuaikan semburan tenaga dari mesin.

Cara untuk memperbaiki agak rumit. Sehingga disarankan untuk membawanya ke bengkel atau menggantinya.

Satu hal yang patut diingat, penyebab sepeda motor mogok memang bermacam-macam. Namun, dalam kondisi normal dan yang paling kerap menjadi penyebab utama kendaraan roda dua itu mogok adalah ketiga komponen ini.

Sumber : tempointeraktif.com

Sunday, May 8, 2011

Tips Motor Drag | mio yamaha honda suzuki

Anda seorang mekanik motor, suka mengorek motor, saya punya sedikit tips ni buat para mekanik pemula yang ingin motornya melejit kejang. Saya akan menberikan tips tentang Gear dan rantai motor yang digunakan agar motor dapat melaju kencang.
Untuk Kohar (korek Harian) pada gear depan gunakan gear 14 saja dan dibubut, jika anda menggunakan gear ini motor akan lebih stabil dan pada saat gear 4 tenega notor masih ada. Tapi jika anda ingi tenaga motor di putaran bawah gunakan gear ukuran 13. Pada ukuran ini motor anda akan lebih enteng dalam tarikan gas. Untuk Gear belakang tetap gunakan standar pabrikan saja.
Untuk rantai motor Gunakan rantai khusus drag. rantai ini lebih kecil dari biasanya dan jarang di gunakan pada motor biasa. ukuran rantai ini adalah 4 20. hati hati merawat rantai ini karena ini rantai langka,jupiter saya saja pakai rantai ini saat saya panaskan mesin di depan rumah rantainya hilang di curi orang ew…??? hehehe
Eitsss tungggu bentar anda bocoran dikit nie dari saya, ingin motor anda saat tambah gigi bisa jumping, ganti peer kopling anda dengan peer kopling BRT harganya murah kok sekitar 75rb dan ada Racing Licensenya.
Ini per kopling BRT
Tapi jika anda ingin yang lebih bagus gunakan peer kopling milik satria FU standart pabrik dan di potong sedikit. peer kopling ini lebih bagus dari pada peer kopling BRT.
Ini per Kopling Satria FU
Selamat mencoba Semoga bermanfaat.

Saturday, May 7, 2011

Cara Mudah Mengatasi Karburator Banjir

5f4abfd17a276b2aaaf113dd2c824765 Cara Mudah Mengatasi Karburator Banjir

artikel  tentang permasalahan di karburator beserta cara yang paling mudah mengatasinya. Setelah itu, beberapa pembaca mengirim pertanyaan seputar permasalahan di peranti pemasok bahan bakar ke ruang bakar mesin tersebut.

"Motor saya Honda Supra X tahun 2004, karburator sering banjir bensin keluar dari selang pembuangan karburator pada saat pagi bahkan di saat motor jalan," ungkap Roni, yang mengaku bertempat tinggal di Margahayu, Bekasi Timur.

Penanya lain adalah Sudaryono yang mengaku berasal dari Mungkid, Magelang, Jawa Tengah. "Saya mau tanya bagaimana cara mengatasi karburator banjir. Kalau lubang jarum pengapung di skir bisa mengatasi masalah nggak?" kata dia melalui surat elektronik,

"Kasus yang umum  terjadi adalah karena komponen di karburator telah aus. Tetapi kalau karburator sudah diganti tetapi masih bocor, bisa dikarenakan posisi karburator tidak rata," ujar dia.

Namun, ketidaktepatan posisi karburator itu jarang terjadi. Hal itu bisa terjadi bila ada perubahan posisi intake manifold.

Sementara, kata dia, penyebab yang paling sering terjadi adalah pada pelampung dan lubang jarum. Cara mengatasinya juga cukup gampang. Apa saja itu? Berikut penjelasan Ashadi :

1.      Karburator banjir dan sepeda motor mati mendadak saat jalan
Bila menemui bahan bakar mengalir deras hingga menyebabkan mesin mati mendadak, berarti Anda harus membuka dan membersihkan beberapa bagian. Pertama bersihkan lubang main jet dan pilot jet. Lakukan pembersihan dengan serabut tipis yang telah dibasahi dengan bensin.
Selain itu, bersihkan pula saluran masuk utama bensin ke karburator dan cuci jarum pelampungnya.  Setelah itu pasang kembali.

Sementara untuk penyetelan spuyer angin dan gas gunakan perbandingan 1 : 1, artinya kencangkan baut spuyer itu ke arah kanan. Setelah putra kembali spuyer ke arah kiri hingga putaran penuh sebanyak tiga putaran.

Bila bensin hanya merembes atau menetes saja, maka tak perlu melakukan pembongkaran. Pasalnya, itu dikarenakan oleh jarum pelampung karburator tersumbat partikel atau kotoran halus. Anda cukup memukul-mukul karburator dengan gagang obeng beberapa kali agar sumbatan itu berpindah dari lubang jarum.

2.      Komponen aus dan cara mengatasinya
Selain karena kasus-kasus tertentu, karburator banjir juga bisa dikarenakan karena komponen-komponen yang ada di dalamnya telah aus seiring dengan pemakaian.
Menurut Ashadi ada beberapa penyebab dan cara mengatasinya :

a.       Jarum pelampung dan wilayah sekitar jarum telah aus, sehingga saluran pembuangan tidak bisa tertutup dengan rapat. Akibatnya bahan bakar menetes alias banjir. Cara mengatasinya dengan melakukan skir area jarum pelampung dan menyetel kedalaman jarum pelampung

b.      Pelampung bocor sehingga tidak bisa berfungsi dengan normal. Cara untuk mengatasinya paling aman dan tepat sasaran adalah dengan mengganti dengan yang baru. Pasalnya bila dilakukan penambalan belum tentu tepat dan kuat sehingga justru akan menyengsarakan Anda.

c.       Katup vakum otomatis atau biasa disebut auto choked valve selang bensin telah aus. Akibatnya, bensin akan mengalir terus ke karburator meski mesin motor dalam kondisi mati, akibatnya karburator banjir.

Cara satu-satunya untuk mengatasi persoalan ini adalah menggantinya dengan komponen baru. Pasalnya, bila katup itu telah aus sulit melakukan perbaikan. Kalau pun dipaksakan tidak akan bertahan lama, walhasil Anda pun akan dirongrong oleh persoalan ini.

sumber,http://arsipberita.com/show/cara-mudah-mengatasi-karburator-banjir-166569.html

satria fu-150Karburator Satria F150: Dari 12,5 Ganti jadi 15-17,5

satria fu-150

Penyemplak Suzuki Satria F 150 banyak ngalami gejala mbrebet di putaran bawah. Bahkan nggak sedikit yang sampai ditembak knalpot motor sendiri begitu lepas gas. Duarrr!
ini sering terjadi terutama bagi motor fu yang memang masih baru keluar dari pabrik.. sebenarnya tips ini sudah banyak yang menerapkan, karena memang sudah tidak asing lagi khususnya bagi penyemplak si-FU… tapi ga apa-apa lah…

ketika pertama dicermati Satria 4-tak 150 cc ini memang andalkan pilot-jet 12,5 dengan setelan air screw ½ putaran. Walah, kecil sekale. Mungkin biar irit bensin kali yee meski ujung-ujungnya gas nggak sip dibejek.

Sumantri dari Chips Motor mengiyakan. “Jangan lupa diteruskan mengatur ulang setelan udara setelah ganti pilot-jet, ujar pedege mangkal di Pos Pengumben Raya No. 33C, Jakarta Barat.
Pilihannya buanyak, kok. Kitaco boleh, Daytona oke, orisinal apalagi. “Buat kota dingin seperti Bandung, cukup pakai nomer 15 atau kepunyaan Jupiter standar. Kalau di Jakarta, ideal pakai jadi 17,5 atau bawaan Shogun lama,” tandas Mantri yang asal Salatiga itu.

GANTI DAN PASANG SENDIRI
Kalau sudah dapat, buru bongkar cover mesin bebek DOHC ini. Lanjut copot karet boks filter dengan membuka klem pengikat pakai obeng plus. Kemudian tarik slang bensin, membran bensin dan pernapasan mesin.


Ambil lagi obeng plus untuk kendurkan klem karet intake dari bawah. Tarik karbu nggak perlu sampai lepas kabel choke dan gas. Langsung deh buka mangkuk karbu. Angkat pilot-jet lama dan pasang spuyer baru pakai obeng min (gbr. 1). Beres itu, bisa langsung pasang kembali.

Lanjut setel ulang air screw. Tujuannya biar suplai udara seimbang sama guyuran bensin. “Kalau standar cuma ½ putaran berlawanan jarum jam. Pakai pilot-jet 15 naik jadi ¾. Sementara 17,5 pas di 1 putaran (gbr. 2), beber Mantri yang pelopori bikin klub Satria F 150 dan Raider itu.

sumber,http://fatonikhotim.wordpress.com/2008/04/12/karburator-satria-f150-dari-125-ganti-jadi-15-175/

PATAH KLEP AKIBAT CDI RACING

Jangan asal caplok CDI racing untuk pembesut satria FU-150 standar. Apalagi jika masih mengkonsumsi premium. Resikonya bukan hanya mesin nglitik tapi juga bisa bikin patah klep. Bukan nakutin tapi ini terbukti klep putus dan bikin berantakan ruang bakar.


Kejadian mengenaskan itu dialami dua konsumen Hasan Motor di Jl. Kelapa Dua Raya No. 7 Jakarta Barat. Awalnya memang tidak percaya dan dikira mengada-ada. Namun jika dianalisis asal-usul dan spek satria FU-150, gejala patah klep bisa terjadi.


Pertama secara spesifikasi teknik bisa dilihat. Kompresi rasio satria Fu-150 yang memang sudah lumayan tinggi. Yaitu 10,2:1 bandingkan dengan motor lokal lain yang hanya bermain di angka 9,2:1. Lumayan tinggi kan kompresi satria F itu?

Kedua, Satria F-150 cikal-bakalnya dari Suzuki Raider 150 thailand yang tentunya punya kompresi sama. Bensin di negeri Thai memang tidak masalah. Bensin di sana memang sudah memiliki oktan tinggi. Di sana bensin swasta sudah bersaing dan menyodorkan kualitas bagus.

Satria F-150 masuk Indonesia tidak diikuti penurunan kompresi. Jika diisi bensin lokal macam premium dipastikan ngelitik. “Timing pengapian minta diundurkan ,” jelas Hasan yang asalnya mekanik resmi Suzuki. Gejala ngelitik dan ngeretek makin menjadi setelah pakai CDI racing. Sebab rata-rata CDI racing timing pengapiannya malah lebih maju dari standar. Apalagi pemakai CDI racing dianggap berduit dan sudah pasti menggunakan pertamax dan pertamax plus.

Namun cilakan jika pemakai CDI racing masih tetap nenggak premium. Akibatnya pengapian advanced atau maju tapi bensin belum bisa untuk dibakar. Akibatnya timbul gejala Pre-ignition atau pembakaran awal sebelum waktunya ketika piston sedang naik. Berakibat ngelitik dan klep yang kalah.

Dari kejadian itu Hasan pesan CDI khusus dengan spek sesuai premium. Caranya melihat timing pengapian Kondisi standar, pada rpm rendah letikan busi 15 derajat sebelum TMA (titik mati atas) dan rpm atas 38 derajat sebelum TMA. Biasanya CDI racing pada rpm atas dinaikan jadi 40 derajat sebelum TMA. ini yang bikin kelewat maju dan perlu diimbangi bensin oktan tinggi macam pertamax plus. kalau pakai premium makin ngelitik dan kruk as bergetar.

Mengatasi itu, Hasan pesan kepada perancang CDI agar tetap menggunakan kurva pengapian standar. “Namun limiter dibuang. Biar nafas mesin jadi panjang dan tenaga keluar semua,” jelas mekanik betawi kalem.

sumber,http://p4nj03l.wordpress.com/2011/01/10/patah-klep-akibat-cdi-racing/

Mau Tarikan Jadi Enteng?

Penyuka akselarasi motor harian banyak jadi langganan bengkel bernama Dic Racing. Bengkel kecil yang berlokasi di Jl. RE Martadinata 129, Solo ini, dikelola oleh Dicky “Jambret” Setiawan, mantan pembalap roadrace nasional yang mulai berkarir medio 1986 dan pensiun di tahun 2005 lalu.

Dibantu tiga orang mekanik, tiap hari sekitar 6 unit motor rampung diservis. Sekadar tune-up ringan bahkan sampai berat kerap dilayani. Maklum reputasi pria kelahiran 1968 ini di dunia balap sedikit banyak berpengaruh pada sisi order.

Misalnya untuk motor 4-tak, pengerjaan setting karburator, kerenggangan klep, cek kelistrikan, tegangan aki, rantai dan lainnya. Kalau 2-tak sampai buka cylinder head. Ongkos jasanya, baik 2 atau 4-tak cuma Rp 25 ribuan.

Bagi yang ingin tarikan motor menjadi enteng juga bisa dibawa ke bengkel ini. “Misalnya motornya Suzuki Satria FU 150, cukup menaikkan kompresi yang enggak terlalu jauh dari standarnya. Dari 10,2 menjadi 11. Caranya lepas paking cylinder head. Efeknya tarikan motor jadi enteng,” yakin bapak yang dikarunia dua orang anak.

Selain itu ia juga sedia komponen fast moving serta part racing di bengkelnya itu. Perihal ongkos jasa berkisar Rp 70-150 ribuan di luar spare part.

Namun, ada baiknya calon konsumen juga perhatikan harga jasa pasaran yang berlaku. Kalau dirasa ada yang lebih terjangkau dan berkualitas silakan berpaling. Tapi kalau sudah cocok, monggo kontak pria yang bisa dihubungi di nomor 0816675066. Berminat?  

sumber,http://motorplus.otomotifnet.com/read/2009/02/25/3850/213/27/Mau-Tarikan-Jadi-Enteng

Atasi Penyakit Karbu Vakum, Karet Keras dan Nembak!


 Nembak penyakit umum karburator vakum
Karburator vakum punya karakter sendiri. Penyakit yang paling sering timbul juga berbeda dengan karburator biasa. Apa saja penyakit karbu di motor sekarang ini?

Pertama, dari karet vakum. Fungsi karet ini mengangkat skep naik untuk membuka lubang venturi. Karet bisa mengangkat skep karena ada kevakuman di bagian atas karbu akibat udara yang mengalir kencang.

Akibat sudah sekian lama dipakai, karet akan mengeras. Bisa karena panas mesin atau bisa juga karena sering kena cipratan bensin.

Karet punya karakter tidak tahan panas. Juga tidak tahan zat kimia macam bensin. Akibatnya bisa jadi keras. Kalau sudah mengeras, akan susah mengangkat skep walau terjadi kevakuman. Ini yang berakibat lubang venturi jadi tidak terbuka semua.

Akibat dari itu, suplai gas bakar tidak maksimal. Tenaga mesin tidak keluar semua. “Ini yang membuat kecepatan motor kadang hanya mentok 40 km/jam,” tegas Yudi, mekanik PJM (Pejuangan Motor) di Kebon Jeruk, Jakarta Barat.

Kalau karet vakum sudah mengeras, tidak ada obatnya. Karena tidak bisa dibuat lentur lagi. Solusinya harus ganti yang orisinal. “Karena kalau pakai yang imitasi kadang kurang lentur walau masih baru,” ulas Yudi lebih jauh.

Namun repotnya macam Yamaha Mio. Karet vakum dijual satu set dengan skep. “Karena antara skep dan karet dibuat mati alias tidak bisa dilepas,” bilang Yudi yang sekarang sudah mulai banyak terima servis skubek atau matik itu.

 Setel jangan kelewat banyak udara(kiri). Karet keras menurunkan performa(kanan)
Antara yang orisinal dan imitasi, harganya bisa selisih jauh. Bisa empat kali lipatnya. Makanya banyak yang tertarik menggunakan karet imitasi walau pada akhirnya balik lagi pakai yang OEM (Original Equipment Manufacture).

Penyakit lain di karbu vakum bisa dilihat lewat suara ledakan dari knalpot. “Dar.. der.. dor... saat deselerasi,” jelas Yudi yang banyak menangani kasus macam ini. Kejadian ini biasanya ketika mengerem untuk mengurangi kecepatan.

Menurut Yudi, suara ledakan di perut knalpot terjadi karena setelan angin di karburator. Biasanya diseting kelewat banyak udara. Akhirnya kekeringan dan meledak di silencer.

Bisa terjadi salah setel karena penyetelan sekrup udara di karbu vakum kalau disetel kelewat kering atau kebanyakan udara.  Untuk itu harus dibikin basah.

Untuk mengatasi suara ledakan dari karburator vakum, setelan sekrup udara harus dibikin kecil. Supaya angin tidak kebanyakan. Cara menyetelnya mirip dengan karbu biasa kok.  
 
 (motorplus-online.com)

Friday, May 6, 2011

Tes Vakum Vs Konvensional Mana Lebih Irit?


 Beda sistem, selisih 6 Km
Tidak sedikit anggapan kalau karburator vakum tentu lebih boros bahan bakar ketimbang karbu tipe konvensional. Itu karena bukaan skep di sistem pengabut bahan bakar itu berdasar kinerja pengisapan mesin. Jadi, bukan karena tarikan tali gas yang mengangkat botol skep.

 Demi menjawab anggapan itu, oto-trendz coba lakukan pengetesan. Tentu buat membuktikan, apakah anggapan itu tidak hanya sebatas asumsi. Tapi, memang berdasar hasil tes.

Uji coba dilakukan di Yamaha Mio. Skubek ini, tak hanya disukai wanita. Tapi, para penyuka akselerasi juga. Selain itu, buat pilihan karburator pengganti juga lebih banyak pilihannya.

Standarnya, Mio mengadopsi karbu Keihin NCV24. Dari kode part, terpantau jelas kalau karbu ini memiliki venturi 24 mm. Pilihan komponen aftermarket yang punya diameter sama, setidaknya ada dua pilihan. Yaitu, Mikuni TM24 mm dan juga Keihin PE24 mm.

Biar lebih spesifik, oto-trendz mengambil Keihin PE24 sebagai bahan tes. Karena dilihat dari banyaknya tunner atau penyuka adu kebut yang lebih banyak aplikasi karbu ini. Soal harga PE juga lebih murah ketimbang Mikuni. PE, dijual sekitar Rp 600 ribuan.

Memakai Yamaha Mio milik Kaper lansiran 2008, pertama kali dilakukan tes memakai karburator standar. Wadah bahan bakar, tidak lagi mengandalkan tangki bawaan motor.

Gantinya, Pertamax Plus 100 ml yang diisikan ke tabung infus yang slangnya dihubungkan ke karburator. Tapi sebelumnya, bensin yang tersisa di karburator dibuang lebih dulu. Main-jet dan pilot-jet, tetap standar. Yaitu, 110/ 38.

 Spuyer standar bawaan(kiri). Pasang Keihin PE gak perlu ubahan(kanan)
Setelah siap, motor diajak berjalan. Kecepatan lebih banyak konstan bermain di angka 40-50 km/jam sesuai kondisi lalu lintas yang ramai lancar. Ternyata dari 100 ml yang dipakai, Mio mampu menempuh jarak 4 km. Jika diambil perbandingan, pakai karbu standar maka satu liter Pertamax Plus mampu membuat Mio berlari hingga 40 km.

Kini, giliran karbu konvensional. Main-jet dan pilot-jet, sesuai kondisi jual karbu di pasaran. Yaitu, 115/ 38. Dengan metode dan perlakuan yang sama, Mio kembali diajak berkeliling. Ini sesuai setingan permintaan mesin juga.

Kecepatan pun, tidak berubah. Konstan di 40–50 km/jam. Tapi, ini kali skubek Yamaha itu tidak mampu berjalan seperti ketika aplikasi karbu standar. Jarak 3,4 km merupakan jarak terjauh yang bisa dicapai ketika aplikasi Keihin PE24.

Jika dihitung-hitung lagi, untuk satu liter Pertamax Plus hanya mampu membuat Mio berjalan hingga 34 km. Jelas sudah perbandingannya. Keduanya, memiliki selisih 6 km. Pakai karburator vakum, memang sedikit lebih irit ketimbang pakai karbu konvensional.

Tapi selama jajal, akselerasi yang diberikan karbu konvensional terasa lebih responsif ketimbang standar. Grip gas dibuka spontan, pacuan lansung berlari! Biar lebih mantap dan terukur, next kita lakukan adu power dong.  

sumber, (motorplus-online.com)

Freestyle For Health

Seperti menjadi gaya hidup, saat ini para penggemar motor banyak yang berani mempertontonkan keahlian berakrobat menggunakan sepeda motor. Kecenderungan tersebut tidak terlepas dari apa yang kini tengah berkembang di Amerika Serikat, lewat berbagai film dan VCD yang beredar. Hal itu menjadi patokan untuk mencoba hal yang benar-benar baru dalam mengemudikan sepeda motor.

Dunia freestyle di tanah air semakin ramai, apalagi setelah kunjungan Jean-Pierre Goy, pemeran pengganti atau stuntman untuk aksi membahayakan dalam serial film ”James Bond”. Kini di Kota Bandung, salah satu club motor yaitu CBR Club Bandung, tidak mau ketinggalan dengan gaya hidup biker yang baru. Beberapa anggota yang senang dengan tantangan sering berlatih bersama, selain mengisi waktu luang juga mempererat kebersamaan. Semua kegiatan yang bersangkutan dengan freestyle selalu dikoordinir oleh pengurus yang bernama Dion Dharmawan.

Dion adalah salah satu pendiri sekaligus pengurus CBR Club Bandung yang selalu mengkoordinir latihan yang biasa dilakukan di Perumahan Batununggal Indah. Dengan kepiwaiannya bernegosiasi dengan satpam di Batununggal Indah, maka salah satu ruas jalan bisa dipakai untuk latihan tanpa ditegur oleh masyarakat sekitar.

Biasanya latihan dilakukan dari jam 3 sore hingga jam 6, latihan dilakukan pada sore hari agar pada saat latihan anggota tidak cepat kehabisan tenaga dan tidak kepanasan. Selain mengkoordinir latihan, secara tidak langsung Dion menjadi pelatih di kalangan anggota, karena Dion memiliki kemampuan yang melebihi para anggota yang lain.

Aksi memukau yang cukup membahayakan pengemudi yaitu berdiri di atas jok motor dalam kecepatan tinggi (stand no-hand). Kemudian dengan roda belakang terangkat sang rider duduk diatas stang (rolling stoppie). Aksi lainnya yang tak kalah mendebarkan seperti wheelie, endo, burn-out, surfing, sky, rodeo, cross line dan yang sejenisnya.

Pada awalnya, kebanyakan orang yang baru pertama kali mencoba untuk freestyle masih didominasi oleh rasa takut dan tidak percaya diri. Tetapi seiring dengan berjalannya waktu, maka rasa takut akan mulai bercampur dengan rasa senang dan kepuasan tersendiri. Hampir semua orang yang menekuni kegiatan ini merasakan hal yang serupa.

Kecelakaan pun menjadi hal yang tidak dapat dihindari lagi. Beberapa penekun freestyle pernah mengalaminya. Mulai dari lecet-lecet hingga patah tulang. Untuk mencegah hal seperti ini, setiap rider wajib menggunakan equipment yang lengkap, dimulai dari helm, sarung tangan, jaket, celana panjang, sepatu dan lain-lain. Bahkan, kotak pertolongan pertama selalu disediakan untuk pertolongan pertama.

Freestyle merupakan sebuah gaya hidup yang baru dan unik di kalangan penggemar sepeda motor. Hal ini tentu bisa berdampak positif maupun negatif bagi yang menekuninya. Hal ini harus ditanggapi dengan baik oleh masyarakat yang terlibat langsung maupun tidak. Agar tidak terjadi perilaku menyimpang dari para pengendara motor.

sumber,http://lewatibatas.blogspot.com/2007/12/freestyle-for-health.html

Tips & Trick untuk Freestyle

Tips & Trick about Wheelie
Wheelie merupakan trick yang mendasar dalam Freestyle, bisa dibilang gampang-gampang susah. Yang membuat wheelie susah adalah mencari titik keseimbangan disertai kita harus bisa memberikan tenaga yang pas agar keseimbangan tetap terjaga.
Ada tiga cara yang biasa digunakan untuk wheelie:
1.Lepas gas sampai di powerband dengan power rendah (underpower), terus gas sampai mentok (hanya untuk motor besar)
2. Cara ini dinamakan "double tap”. Naikkan motor sampai putaran yang bertenaga, kemudian tutup gas, dan langsung buka.
3. Dan cara terakhir yang cocok untuk motor kecil. Dengan memakai kopling lalu buka gas sampai hampir sampai "power region" (putaran di mana motor mulai bertenaga), tarik kopling sambil menahan putaran mesin, lalu lepaskan kopling, dan motor akan mengangkat.
Inti dari wheelie adalah mencari balance point, lakukan latihan secara bertahap untuk melatih feeling dan sampai bisa merasakan balance point.


Tips & Trick about Stoppie
Stoppie merupakan trick yang berlawanan dengan wheelie. Bedanya, stoppie adalah trick yang mengangkat ban belakang motor sedangkan wheelie mengangkat ban depan motor.
Untuk stoppie, ada beberapa hal yang mesti diperhatikan:
-.Periksa keadaan ban depan (apakah sudah botak atau belum), berhati-hatilah jika ban depan sudah botak d~(^_^)~b
-Periksa keadaan aspal di lokasi latihan (jangan berpasir, berkerikil apalagi tanah). Tidak disarankan berlatih di dalam kondisi hujan.
Hal yang paling dasar dalam stoppie yaitu teknik pengereman disertai perubahan titik beban yang diberikan kepada motor. Titik keseimbangan dalam stoppie sangat dipengaruhi oleh beban yang diberikan kepada motor. Untuk tahap pembelajaran stoppie, lajukan motor pada kecepatan 40-60 km/jam. Pada saat pengereman, tumpukan berat badan anda pada stang (hal ini berlaku untuk motor sport, kalau untuk motor bebek biasanya badan ditempelkan pada stang), rasakan ban belakang naik. Lakukan secara bertahap, jangan terburu-buru.

Selamat Mencoba dan Jangan Lupa Berdoa :D

sumber,http://lewatibatas.blogspot.com/2007/12/tips-trick-untuk-freestyle.html

Spek Lampu Penentu Kualitas Cahaya


 Lebih baik ganti bohlam spek standar pabrik

Lampu
di motor memiliki peranan penting, terutama di malam hari. Kebayang kalau enggak punya lampu atau memang sengaja tidak dipasang.

Begitupun jika ada masalah pada sinar lampu. Bisa karena salah pasang atau salah pilih spek bohlam, yang mengakibatkan cahaya jadi redup atau malah merusak reflektor lampu. Apalagi sekarang banyak beredar merek dan tipe bohlam sehingga memang sulit untuk dideteksi.

“Biar enggak salah pilih, lebih baik saat ganti bohlam cari yang spesifikasinya sesuai standar pabrik. Selain part asli, setelah dipasang jarang ada masalah. Bahkan sinar lampu tetap fokus juga terang,” jelas Hendra Surya, chief instruktur sekolah mekanik HMTC (Hartomo Mechanical Training Centre) cabang Surabaya.

Misal ingin ganti bohlam lampu Honda BeAT yang mulai turun kualitas atau memang putus. Daripada hasilnya tidak memuaskan, saran pemilik nomor telepon (031) 8483380-81, segera beli bohlam lampu asli di bengkel resmi dengan menyebut merek motor.

Hendra juga tidak melarang pemilik skubek beli bohlam part KW2 atau variasi. Cuma yang mesti diperhatikan, kaki-kaki terminal kabel bohlam harus sama dengan asli. Sebab, terkadang kakinya suka terbalik antara lampu dekat dengan jauh. Padahal posisi sakelar sudah benar.
Selain itu, saat ganti bohlam usahakan kapasitasnya jangan berlebihan atau kekurangan daya karena bisa mengakibatkan bohlam cepet putus.

“Contoh bila bohlam asli lampu BeAT 32 watt diganti 15 atau 55 watt. Dipastikan cepat putus atau malah merusak reflektor karena cahanya semakin besar juga menimbulkan panas tinggi, reflektor bisa menciut,” imbuh Hendra dari Jl. Jagir Wonokromo No. 100, Komp. Ruko Mangga Dua, Blok. AA1/1, Surabaya, Jawa Timur.

Apalagi ganti bohlam watt lebih besar dari standar, sorot lampu jadi redup. Justru sebaliknya, lampu motor harus diganti dengan kapasitas watt lebih kecil untuk mendapatkan nyala yang lebih terang.  
 
(motorplus-online.com)

Thursday, May 5, 2011

Fungsi Lubang di Mulut Karbu


Jangan sembarang anggap kalau lubang-lubang yang ada di mulut karburator itu enggak berfungsi vital. Sebab, lubang itu berkaitan dalam mendukung sempurnanya kinerja karbu.
Contohnya di karburator Honda Supra X 125. Di venturi karbu bebek 125 cc ini  ada tiga lubang. Lubang bagian kiri atas, berhubungan dengan ACV (Air Cut Valve).

Lubang bagian tengah, berkaitan dengan pilot-jet dan stasioner. Sedang lubang paling besar di bagian bawah, punya koneksi untuk kinerja main-jet.
 
(motorplus-online.com)

Cara mengoptimalkan performa mx

Kalau untuk mengoptimalkan performa MX (sampe batas max standarnya) bisa dilakukan dengan meng-upgrade pengapian (CDI, koil, busi), menambah main jet/pilot jet di karburator atau upgrade kampas/per kopling.

Performa MX bakal jadi maximal, lebih efisien dan bertenaga dari standar pabrik. Tapi itu masih di dalam batas kemampuan mesin standarnya.

 Sedang untuk menambah performa, tidak ada jalan lain, harus bermain-main di mesin dan system pembakaran. Yang paling ringan mungkin ganti karburator dengan yang venturinya lebih besar, meng-upgrade jeroan mesin (Piston, gearbox dll).

Sampai mengganti blok mesin dengan yang ber-cc lebih besar. Kemampuan MX pasti lebih meningkat dari standarnya, asalkan settingannya pas. CDI BRT hyperband/dualband limiternya sampai 20ribu RPM. Karena itu bisa disebut unlimited karena jarang ada motor yang mesinnya sanggup sampe 20ribu RPM.

Motor-motor di MotoGP, Rata-rata cuma sampe 17 – 18 ribu RPM. Cuma Ducati GP8 (motor Stoner) yang sanggup sampai 19 ribu RPM, itu juga tenaganya terlalu besar sehingga Stoner sendiri tidak bisa menguasai, Kemudian diturunkan lagi jadi 18ribu RPM.

 Jadi CDI BRT Hyperband/dualband itu sama saja, tidak ada bedanya asal settingannya pas. paling cara pasangnya saja yang berbeda CDI BRT Dualband pemasangannya lebih simpel tinggal lepas CDI origianal dan pasang, tidak ribet seperti Hyperband. Karena ada kabel yang untuk ON/OFF nya.

Untuk jadikan Yamaha MX kamu tambah garang, Gampang ikuti tips berikut :
1. CDI : kalau dompet lagi pas-pasan pakai saja CDI BRT Hyperband/Dualband tapi kalau lagi banyak bisa pakai CDI XP HP 7 Andrion/Cheetah Power/Rextor Monster/Ciomas atau bisa pake juga pakai Vortex. Sedangkan untuk Koil : Supra X 125 atau Blue Thunder.

2. Busi : Denso Iridium atau NGK Platinum pilot/main jet : 27/204 tapi kalau karburator original mau di ganti pakai karburator yang venturinya lebih besar tidak ganti Pilot/main jet. Karburator : Keihin no 26/28 – koso no 26/28 kalau mau lebih mantap pakai karburator Mikuni TM24/TM28-sudko. Harga untuk TM24 Rp 1,5 juta dan TM28 Rp 1,7 juta.

Blok mesin/Piston : di bubut silinder kopnya/piston standar. kalau mau yang lebih garang ada paket Bore Up MX jadi 165Cc+CDI XP HP 7 Andrion+koil XP Andrion Series CMC 2 A cuma Rp 2.400.000,00. Per Klep/klep : per klep dan klepnya pakai TK Racing Kampas/per Kopling : karisma/BRT atau pakai paket kampas dan per Kopling TDR tapi harus ada sedikit rombakan pada rumah koplingnya. 

Supaya tambah mantap Gear set : ganti pke RX King 15-37 harga Rp 160.000,00 noken AS (CAMSHAFT): di bubut atau ganti pakai HISPEED harga Rp 450.000,00 bisa juga pake Camshaft Andrion SR-7 Harga belum di ketahui. Terakhir Cabut semua Dekompresi. Jangan lupa pakai rem yang lebih pakem.. dan hati-hati saat mencoba… Cara mengoptimalkan performa mx

sumber,http://www.otomotif-modifikasi.info/sepeda-motor/cara-mengoptimalkan-performa-mx.html

Mesin Motor Matic Mati Mendadak, Jangan Panik !

Penggunaan motor matic akhir-akhir ini melesat tajam bahkan hampir mengalahkan kepopuleran motor bebek manual. Dilihat dari segi perawatan dan masalah yang sering ditemui, kedua jenis motor tadi juga memiliki perbedaan. Namun pada pembahasan tips dan trik kali ini kami coba mengangkat masalah yang sering sekali dihadapi oleh pengguna motor matic (skutik). Bagi anda pengguna matic apakah pernah mengalami mesin mati mendadak (kompresi Hilang) dan ketika ingin dihidupkan kembali, tidak juga hidup padahal sebelumnya normal-normal saja ? Tenang...jangan panik ! ini dia penjelasannya :

" Motor matic itu sering banget yang namanya, abis jalan nih kondisi panas abis nge-gas terus tiba-tiba mengurangi kecepatan itu sering banget motor tiba-tiba mati atau orang sering bilang kompresinya hilang." Ujar Ray Dhanazi selaku pengelola bengkel Motomatic Indonesia, ketika kami tanyakan masalah apa yang sering dihadapi oleh pengguna motor matic.

Bila kondisi permasalahan tadi sedang anda alami dijalan, jangan mudah panik karena anda sendiri bisa memperbaikinya dengan mudah tanpa harus mencari bantuan mekanik bengkel, apa yang harus anda lakukan ? berikut ini tips dan trik yang dipaparkan oleh Ray. " kalau udah kompresi hilang motor distandar dua terus gas dibuka penuh sambil distarter sampai motor hidup karena itu membantu untuk pemasukan bahan bakar ke ruang bakar. Dengan gas dibuka penuh terus distarter membantu kompresi untuk naik dan motor bisa hidup lagi." ujar Ray.

Ray juga menjalaskan masalah tadi memang sering dialami oleh semua jenis motor matic namun ini bukan bagian dari cacat produksi melainkan karakter dari mesin-mesin motor matic yang RPM-nya tinggi jadi sering banget kehilangan kompresi saat RPM turun. Nah sekarang anda sudah tahu kan apa yang harus dilakukan jika motor matic mati mendadak? Oia jangan lupa juga selalu rawat motor matic anda secara berkala.

sumber,http://www.blackxperience.com

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...